Februari Loving Always

Engga tau kenapa, begitu sulit mengungkapan apa yang aku rasa,yang terlihat,maupun yang terdengar di dalam blog ini.

Dan terkadang merasa asing dengan blog sendiri. Menulis emang butuh konsistensi yang tinggi, engga sekedar timbul,nampang,say hi,, trus goodbye. Aku baru merasa kehilangan di saat moment-moment indah,sedih, galau, harus terlewatkan begitu saja. Just me n Allah who know. Sangat disayangkan sesuatu yang sebenarnya bisa aku bagi, malah aku pendam. Aku tipe orang yang sulit percaya sama orang. Apalagi orang baru, yang sejatinya enggak pernah luar dalemnya aku. Menurutku, biarlah orang menilai apa yang mereka liat dari keseluruhan tentang aku.Indah tak selalu berkilau, buruk tak selalu gelap. Bagiku dunia ini terlalu sempit tuk menjelajahi impian diri. Continue reading “Februari Loving Always”

WISH ME LUCK

       Usia, harga yang mahal untuk membayar sebuah kedewasaan. Enggak terasa setahun berlalu begitu aja.. Tapi, sudah banyak yang aku dapatkan selama satu tahun kemarin. Percayalah, kado  dari   Yang Maha Kuasa jelas jauh sempurna dari apa yang kita harapkan . Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa tahun kemarin menjadi tahun yang memberikan banyak kebahagiaan.

Dimana aku menjadi seorang istri dan ibu. Apakah aku pernah merencanakan itu sebelumnya ? TIDAK. Ya, menjadi seorang istri dan ibu adalah menjadi impian semua wanita, tapi bagiku belum, belum di saat usiaku baru saja 21 tahun. Continue reading “WISH ME LUCK”

Cara Orang Tua Bekerja Menghabiskan Waktu Bersama Anak

              Dahulu, seorang ayah dikenal sebagai pencari nafkah keluarga yang biasa bekerja di luar rumah. Posisi ibu/perempuan adalah sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak dan melakukan pekerjaan rumah. Akan tetapi, sekarang keadaan sudah berbeda. Mayoritas anak jaman sekarang mempunyai dua orang tua yang bekerja di luar rumah.

Tentu ada efek yang timbul ketika kedua orang tua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sisi positifnya adalah keadaan finansial keluarga akan semakin stabil jadi mengurangi tingkat stress yang disebabkan oleh kurangnya pendapatan keluarga. Sisi negatifnya adalah kurangnya waktu yang dihabiskan bersama keluarga khususnya anak. Lalu bagaimana penyelesaian yang baik untuk para orang tua bekerja agar dapat menyediakan waktunya bagi anak mereka?  Continue reading “Cara Orang Tua Bekerja Menghabiskan Waktu Bersama Anak”

Oleh – oleh dari BONBIN MANGKANG

Hari minggu kemaren tanggal 22, kita sekeluarga pergi ke bonbin. Bisa di bilang nekat banget kali ya, jalan-jalan naek motor sama baby yang baru berusia 4 bulan. Upz tapi jangan salah, baby Qila ngerti banget lho. Ga rewel sama sekali baik di perjalanan maupun dilokasi. Kayaknya dia enjoy tuh. Sebenernya ini acara dadakan. Sama sekali enggak ada rencana buat kemana-mana. Hari minggu bakalan dihahabisin seperti biasa, maenan sama Qila di rumah, beberes, nata ini itu. Ya begitulah rutinitas saat liburan. Tapi tiba-tiba ayahnya ngajakin ke bonbin. Wah jadi dede Qila ni yang nemenin ayah jalan-jalan. Xixixiii 🙂 Continue reading “Oleh – oleh dari BONBIN MANGKANG”

Kobaran Semangat Baru

Tadinya enggak pernah kepikiran kalau blog ini mau dijadikan tempat curhatan tentang anak, tapi setelah dipikir-pikir, kenapa enggak ?

Toh, selama ini juga menelantarkan blog ini. Nulis cuma kalo inget, kalo sempet, dan kalo mood Liat aja tuh, Ga mesti sebulan sekali update. Pernah sampe lupa kalo punya blog ini. #kebangetan Dulu waktu masih sendiri, masih rajin-rajinnya, hampir tiap hari nulis.

Nulis, kirim ke redaksi, nunggu, nulis lagi, kirim, nunggu. Sampe akhirnya agak sedikit kapok, karena enggak ada yang di muat. Mulai semangat lagi saat ada beberapa yang masuk dan terpampang di koran. Senengnya Dan iya, seperti dugaan , aku mulai nulis lagi.

Tapi sekarang lebih tergiur sama honornya. Alhasil semangat kendor. Alesan vacuum, buat ngembaliin semangat dan cari inspirasi. Tapi apa daya, malah inspirasi cukup mengendap Emang ya, kalo orang mau alesan, 1001 macem pasti ada aja So, sekarang mutusin buat penyemangat nulis (lagi), mau nulis tentang anakku aja.. Semoga suatu hari dia bisa baca disini. Jadi enggak sekedar foto yang berbicara 🙂

Syaquila Khanza Setiawan

Bukannya gue enggak bisa tidur atopun kurang kerjaan. Karena tadi dalem mimpi, gue dihantui sama rasa bersalah karena udah lama banget menelantarkan blog ini. Terasa sangat menyesal. Heheheee. Banyak moment penting yang gue lewatin gitu aja. Berasa kapasitas ingatan gue lagi full, makanya sekarang manfaatin waktu aja. Continue reading “Syaquila Khanza Setiawan”

Tiada Jera Mencintaimu

Jika cinta adalah embun, jangan biarkan mentari mengeringkannya

Jika cinta adalah purnama, jangan biarkan awan menutupinya

Dan jika cinta hanyalah dusta, jangan lah pernah ada kata kecewa

*******************************************************************************************************************

Aku tak pernah menginginkan perpisahan itu terjadi. Hanya saja, semua terasa begitu hampa tuk dijalani bersama. Semua masih sama adanya. Rasa cinta , rasa rindu, dan segala rasa hormatku padanya tak akan berkurang sedikitpun. Banyak alasan yang bagi sebagian orang terlalu rumit dimengerti. Namun kami sepakat karena ini adalah yang terbaik. Biduk ini tak hanya bercerita tentang cinta saja. Kami hanya manusia yang berpikiran sempit, yang sudah tentu hanya bermodalkan logika tuk mengambil kesimpulan. Biarlah orang berkata apapun yang mereka suka dan seluruh isi dunia menghakimi kita, namun inilah kisah dua insan yang akan belajar menjadi dewasa.

==========================================================================================

Ray tak pernah berpikir sedikitpun tentang perceraian. Bagaimana kehidupan mereka kelak, nasib anak-anak,psikologisnya, atau apapun itu. Sama sekali tak pernah terlintas. Dia berpikir bahwa selama delapan belas tahun pernikahannya dengan Gina semua masalah mampu mereka atasi bersama. Mereka sama sekali tak pernah terlibat cekcok, bahkan hubungan mereka adalah hubungan yang diidamkan oleh banyak keluarga lainnya. Usia pernikahan mereka memang tidak baru, namun ternyata semua itu tidak cukup membuat mereka tetap mempertahankannya. Continue reading “Tiada Jera Mencintaimu”

Cubitan dari Kepo

 Akhirnya kembali lagi kesini. Terakhir mau mosting enggak jadi, entah karena males, ga mood atau apalah, yang pasti sekarang adalah waktu yang tepat. Jelang akhir bulan, kantor sepi. Enggak ada aktivitas yang berarti, hanya ngelamun, nungguin nasabah, endingnya ngantuk. Berhubung gue ga bergitu ketagihan nge_game, gue mutusin buat coretan disini. Banyak kabar bahagia yang terlewatkan begitu saja. Sayangnya bukan main. Yang seharusnya bisa gue share dan sometimes bisa di baca anak cucu 😀

Gue masih sama seperti yang dulu. Engga suka dicampuri dan mencampuri urusan orang lain. Bukannya gue tutup mata sama lingkungan sekitar, hanya saja gue berusaha meminimalisir kesenjangan sosial dan peluang buat ngomongin buruk orang lain. Entahlah itu bae apa engga, yang pasti gue happy dengan apa yang gue jalanin. Makanya, males banget kalo ada yang kepo tentang kehidupan pribadi gue. Gue ga tau apa maksudnya. Mungkin dia sebenernya kurang kerjaan, ato sebenernya dia care sama gue sampe-sampe perhatian segitunya. And yang sebenernya paling ga pengen gue sebutin adalah sebenernya meraka emang ga suka sama gue, so, mereka nyari jelek dan buruknya gue.

Its ok guys. Lo semua percaya kan kalo idup itu adalah pilihan. Hidup itu adalah gaya yang dipilih oleh pribadi masing-masing tanpa ada campur tangan dari siapapun.

Cukup curhatnya sampe di sini. Ga usah terlalu panjang lebar, karena ga bae lah jadinya…

Lets see other post 😀

Titip Rindu Untuk Ibu

Begitu pekat, begitu memikat

Senja itu membawa sebongkah semangat

Mungkin bukan rasa yang aku puja

Hanya sekecing cinta, yang dulu pernah ku punya

Dan kini aku telah mendapatkannya

Sekerat hati yang dengan tulus menerima

 

Dengan segenap cinta

Menjaga dan memberi

Kini aku mengerti benar

Betapa dia mencintaiku

Ya, dia adalah Ibu